PERKAYA WAWASAN BAHASA DAN BUDAYA, 15 MURID EKSKUL BENGKEL BAHASA MAN 2 KOTA BUKITTINGGI KUNJUNGI INS KAYU TANAM DAN MUSEUM BUIDAYA PARIAMAN

Bukittinggi, Humas. Kamis (29/10/26) Sebanyak 15 murid ekstrakurikuler Bengkel Bahasa MAN 2 Kota Bukittinggi mengikuti kegiatan kunjungan edukatif ke INS M. Syafei Kayu Tanam dan Museum Budaya Kota Pariaman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan literasi murid, sekaligus memperluas wawasan tentang sejarah pendidikan, bahasa, dan kekayaan budaya daerah.

Latar belakang terpilihnya 15 murid MAN 2 kota Bukittinggi dalam kunjungan tersebut adalah sebagai bentuk reward yang diberikan kepada sekolah yang paling banyak berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta kota Bukittinggi .


Melalui kegiatan ini, murid diharapkan memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan madrasah.

Kunjungan ke INS M. Syafei Kayu Tanam menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal lebih dekat sejarah dan pemikiran pendidikan yang dikembangkan oleh tokoh pendidikan Mohammad Syafei. Selanjutnya, kunjungan ke Museum Budaya Kota Pariaman memberikan pengalaman bagi murid untuk mengenal berbagai aspek kebudayaan dan warisan sejarah daerah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan kemampuan mengamati, serta mengembangkan keterampilan berliterasi melalui pengalaman nyata.

Salah seorang murid, Hafis, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik dan berbeda dari pembelajaran di kelas. Menurutnya, kunjungan ini menambah pengetahuan tentang sejarah pendidikan dan budaya daerah sekaligus menumbuhkan keinginan untuk lebih mengenal serta melestarikan warisan budaya. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali agar murid memperoleh lebih banyak pengalaman dan wawasan baru.


Pada kesempatan tersebut Museum Kelahiran Bung Hatta menunjuk 2 guru pendamping dari MAN 2 kota Bukittinggi yaitu Surya Nengsih dan Siti Halimah.


Kepada humas Siti Halimah, menyampaikan bahwa kunjungan edukatif ini merupakan reward dari Museum Kelahiran Bung Hatta kepada MAN 2 kota Bukittinggi sebagai sekolah paling aktif belajar di museum."Ungkapnya.

Mungkin Anda Juga Suka

Berita Terkait

0 Komentar
Tulis Komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang diperlukan ditandai *