KAKANWIL Kemenag Provinsi Sumbar Dorong Kolaborasi Saat Buka Rangkaian Milad Ke 64 PGAN MAN 2 Kota Bukittinggi Tahun 2026 dan Pembinaan Pegawai

Senin (02/02/26) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, MA, membuka secara resmi rangkaian kegiatan perayaan Milad PGAN MAN 2 kota Bukittinggi ke 64 tahun dan Algorism 3 tahun 2026 yang dipusatkan di Aula madrasah pada hari ini. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan,Walikota Bukittinggi yang dihadiri oleh Emil Achir Staf ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kakankemenag kota Bukittinggi H. Eri Iswandi, Kasi Penmad Kemenag kota Bukittinggi Aldi Helko Putra, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Zulfabriandi, kepala madrasah se-kota Bukittinggi, Kepala KUA Kec. MKS, Lurah Puhun Tembok, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, komite madrasah, purna ASN MAN 2 kota Bukittinggi, dan tamu lainnya.

Dalam sambutannya, H. Mustafa menekankan bahwa momentum milad bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi atas capaian prestasi yang telah diraih. Ia mendorong madrasah untuk terus tingkatkan kolaborasi, sinergisitas dan koordinasi.

“Milad merupakan momen refleksi diri atas pencapaian yang telah diraih dan evaluasi terhadap program yang belum tercapai. Pada kesempatan ini kami juga apresiasi kolaborasi pemko Bukittinggi dengan Kankemenag kota Bukittinggi dalam menyukseskan berbagai program Pendidikan di madrasah. Pada kesempatan ini kami juga berpesan agar madrasah terus integrasikan ekoteologi dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan program Kementerian agama saat sekarang ini. Bahwa berbagai bencana yang terjadi di negara kita tidak lepas dari kelalaian kita sebagai manusia. Kiat seringkali dalam memanfaatkan alam tanpa memperhatikan keseimbangan dan prinsip- prinsip agama.’’ Pesannya.

‘’ Selain ekoteologi saat ini untuk menjalankan pembelajaran guru harus menggunakan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). KBC adalah pendekatan pendidikan dari Kementerian Agama RI yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, spiritualitas, dan karakter luhur ke dalam pembelajaran di madrasah.

Mungkin Anda Juga Suka

Berita Terkait

0 Komentar
Tulis Komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang diperlukan ditandai *