• tulip
  • BBNNN

Selamat Datang di Website MAN 2 BUKITTINGGI. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MAN 2 BUKITTINGGI

NPSN : 20210743

Jl.Panorama Baru Telp.0752-21047 Kota Bukittinggi


manegeri2bkt@gmail.com

TLP : 0752-21047


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 100357
Pengunjung : 31619
Hari ini : 51
Hits hari ini : 453
Member Online : 0
IP : 18.232.31.206
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Siswi MAN 2 Bukittinggi Ikuti Kajian Islam untuk Remaja Putri




Siswi MAN 2 Bukittinggi Ikuti Kajian Islam untuk Remaja Putri
 
Bukittinggi,SuhaNews – Kamis (5/1/23) MAN 2 Bukittinggi adakan kajian Islam bagi siswi perempuan yang tidak ikut shalat zuhur berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MAN 2 Bukittinggi dengan pemateri salah satu guru PAI. Kegiatan kajian Islam ini dilaksanakan pada istirahat siang bagi siswa perempuan yang sedang berhalangan (haid) disaat siswa lain sedang melaksanakan shalat zuhur berjamaah di Mushalla MAN 2 Bukittinggi.

Elvita guru PAI MAN 2 Bukittinggi yang memberikan materi pada kegiatan tersebut menyampaikan ‘’ Alhamdulillah siswa perempuan kita yang dikumpulkan hari ini di Aula lebih kurang 100 orang. Semua terlihat semangat dan banyak pertanyaan yang muncul dari siswa kita. Pertanyaan seputar remaja dalam Islam, kenakalan remaja hingga isu LGBT. Kita mengulas dari sisi Islamnya sehingga dengan cara ini dapat mendekatkan nilai- nilai Islam dalam kehidupan sehari- hari untuk siswa kita terkhususnya siswa perempuan pada kegiatan ini.’’ Ungkap Guru PAI ini.

Nelma Hasni selaku waka kesiswaan menyampaikan ‘’Program ini kita buat agar kegiatan siswi disaat istirahat siang lebih terarah, lebih kurang 40 menit ini selain istirahat makan siang juga diisi dengan kajian Islam khusus remaja putri . Siswi yang sedang haid kita kumpulkan di Aula dan sebagai pematerinya diisi oleh guru PAI perempuan. Saat ini tercatat ada 648 siswi MAN 2 Bukittinggi yang berada dalam rentang usia 15 hingga 19 tahun. Kita tahu usia yang rentan dalam menghadapi berbagai pengaruh. Karena golongan remaja ciri melekat adalah selalu ingin tahu dan ingin mencoba hal- hal baru. MAN 2 Bukittinggi sebagai lembaga pendidikan tidak hanya mendidik dengan disiplin ilmu umum namun juga mendalami berbagai macam cabang ilmu Pendidikan Agama Islam disamping tahfidz dan kegiatan kajian keagamaan lainnya’’. Papar Nelma.

BACA JUGA  Sikapi Perda AKB, Pemko Pariaman Keluarkan Intruksi Protokol Kesehatan di Bidang Sosial Budaya

‘’Masa remaja dari kaca mata syari’ah merupakan orang yang menginjak aqil baligh yang memasuki kategori mukallaf, yaitu orang yang sudah mendapat beban kewajiban melakukan syariat. Pada masa ini remaja banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap norma dan hukum. Motivasi perbuatannya adalah ingin mendapatkan perhatian, statatus sosial dan penghargaan atas eksistensi dirinya. Apalagi pengaruh perkembangan Iptek saat sekarang ini, gempuran media sosial luar biasa mempengaruhi pola pikir remaja di Indonesia.

Kegiatan ini lebih banyak diisi dengan tanya jawab dan setiap harinya juga dpilih siswi sebagai pemapar materi. Materi yang dibahas setiap harinya berbeda dan tema yang diangkat adalah hal- hal terdekat dengan remaja putri. Guru mengulas lebih dalam dari Fiqih dan Akidah Akhlak sehingga kegiatan terasa lebih akrab dan menyenangkan. Semoga dengan kegiatan ini pengetahuan siswa perempuan kita semakin bertambah tentang kajian Remaja dalam Islam. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat mencegah kenakalan remaja dan bahaya LGBT serta perilaku negatif lainnya’’. Harap Nelma

 

Amri.J, Kepala MAN 2 Bukittinggi menyampaikan apresiasinya untuk kegiatan ini ‘’kita semakin hari semakin berbenah, tidak hanya secara fisik namun juga kualitas. Setiap harinya diluar hari Jumat, MAN 2 Bukittinggi mengadakan kegiatan kajian Islam untuk remaja putri. Kegiatan ini dikhususkan untuk siswiyang sedang tidak shalat (haid) lalu dikumpulkan di Aula dan sebagai pemateri diisi oleh guru PAI perempuan yang secara bergantian setiap harinya.

“Sehingga semua siswa saat istirahat siang punya kegiatan selain diisi shalat zuhur berjamaah juga diisi kajian Islam untuk kelompok siswi yang tidak shalat. Jika kita kaitkan dengan pembelajaran inilah yang disebut dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) yaitu suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata. Karena pada kegiatan ini siswa diajak untuk berdiskusi tentang kejadian- kejadian di sekitar mereka dan mengaitkan dengan kajian PAI yang telah dipelajari di ruang kelas’’. Papar Amri.J. Yuli Yal




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas